Jakarta
(ANTARA) - Kementerian Pemuda dan Olahraga pada tahun 2011 menyalurkan
bea siswa bagi atlet berprestasi senilai kurang lebih Rp4 miliar.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng di Jakarta, Kamis, mengatakan atlet berprestasi yang menerima bea siswa pendidikan itu mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga perguruan tinggi (S1, S2 dan S3).
"Bea siswa ini akan diberikan secara simbolis pada Puncak Hari Olahraga Nasional (Haornas) besok, Jumat (9/9) di Tennis Indoor Senayan Jakarta," katanya.
Menurut dia, sesuai dengan rencana pemberikan bea siswa pendidikan bagi atlet berprestasi secara simbolis akan diberikan langsung oleh Wakil Presiden Boediono.
Penerima bea siswa tahun 2011, kata dia, mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun 2010 lalu. Peningkatan paling tinggi adalah untuk atlet berprestasi dari tingkat SD.
"Tahun kemarin kurang dari 100 atlet. Untuk tahun ini kami memberikan bea siswa pada 400 atlet berprestasi untuk tingkat SD," katanya menambahkan.
Atlet berprestasi untuk tingkat SD masing-masing atlet berprestasi akan mendapatkan bea siswa sebesar Rp3,6 juta per tahun atau Rp300 ribu per bulan. Dengan demikian total dana yang dikucurkan Rp1,4 miliar.
Untuk tingkat SMP dana yang dikucurkan mencapai Rp960 juta. Dana itu diberikan kepada 250 atlet dan masing-masing atlet berprestasi mendapatkan bea siswa sebesar Rp4,8 juta per tahun.
Tingkat SMA dana yang dikucurkan Rp1,08 miliar yang dibagikan pada 250 atlet. Masing-masing atlet mendapatkan dana bea siswa sebesar Rp5,4 juta per tahun.
Untuk perguruan tinggi terbagi atas S1 sebesar Rp600 juta untuk 50 atlet yang masing-masing atlet mendapatkan Rp12 juta per tahun. S2 sebesar Rp75 juta untuk lima atlet dan S3 sebesar Rp87,5 juta untuk lima atlet.
Andi menjelaskan, salah satu tujuan diberikannya bea siswa pada atlet berprestasi adalah agar atlet tidak sampai tertinggal dalam menyelesaikan pendidikan, karena pendidikan sangat penting jika karir sebagai atlet telah habis.
"Kami berharap semua atlet bisa berprestasi baik saat turun pada sebuah pertandingan maupun setelah pensiun menjadi atlet. Jadi mereka tidak ketinggalan dengan yang lain," katanya menjelaskan.
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pada Puncak Haornas 2011, akan memberikan penghargaan bagi 1.460 mantan atlet berprestasi, atlet berprestasi maupun mantan atlet yang sukses berkarir, pelatih, guru olahraga serta pihak-pihak yang terlibat pada olahraga.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng di Jakarta, Kamis, mengatakan atlet berprestasi yang menerima bea siswa pendidikan itu mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga perguruan tinggi (S1, S2 dan S3).
"Bea siswa ini akan diberikan secara simbolis pada Puncak Hari Olahraga Nasional (Haornas) besok, Jumat (9/9) di Tennis Indoor Senayan Jakarta," katanya.
Menurut dia, sesuai dengan rencana pemberikan bea siswa pendidikan bagi atlet berprestasi secara simbolis akan diberikan langsung oleh Wakil Presiden Boediono.
Penerima bea siswa tahun 2011, kata dia, mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun 2010 lalu. Peningkatan paling tinggi adalah untuk atlet berprestasi dari tingkat SD.
"Tahun kemarin kurang dari 100 atlet. Untuk tahun ini kami memberikan bea siswa pada 400 atlet berprestasi untuk tingkat SD," katanya menambahkan.
Atlet berprestasi untuk tingkat SD masing-masing atlet berprestasi akan mendapatkan bea siswa sebesar Rp3,6 juta per tahun atau Rp300 ribu per bulan. Dengan demikian total dana yang dikucurkan Rp1,4 miliar.
Untuk tingkat SMP dana yang dikucurkan mencapai Rp960 juta. Dana itu diberikan kepada 250 atlet dan masing-masing atlet berprestasi mendapatkan bea siswa sebesar Rp4,8 juta per tahun.
Tingkat SMA dana yang dikucurkan Rp1,08 miliar yang dibagikan pada 250 atlet. Masing-masing atlet mendapatkan dana bea siswa sebesar Rp5,4 juta per tahun.
Untuk perguruan tinggi terbagi atas S1 sebesar Rp600 juta untuk 50 atlet yang masing-masing atlet mendapatkan Rp12 juta per tahun. S2 sebesar Rp75 juta untuk lima atlet dan S3 sebesar Rp87,5 juta untuk lima atlet.
Andi menjelaskan, salah satu tujuan diberikannya bea siswa pada atlet berprestasi adalah agar atlet tidak sampai tertinggal dalam menyelesaikan pendidikan, karena pendidikan sangat penting jika karir sebagai atlet telah habis.
"Kami berharap semua atlet bisa berprestasi baik saat turun pada sebuah pertandingan maupun setelah pensiun menjadi atlet. Jadi mereka tidak ketinggalan dengan yang lain," katanya menjelaskan.
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pada Puncak Haornas 2011, akan memberikan penghargaan bagi 1.460 mantan atlet berprestasi, atlet berprestasi maupun mantan atlet yang sukses berkarir, pelatih, guru olahraga serta pihak-pihak yang terlibat pada olahraga.



No comments:
Post a Comment